Minggu, 09 September 2012


15tahun sudah aku telah di tinggal pergi oleh ayahku untuk selamanya, "ayahhhh" teriakku untuk meluapkan aku rindu denganmu. aku rindu akan kasih sayangmu yang dulu kau curahkan kepadaku disaat aku masih kecil, kau selalu memanjakanku disaat aku berkata "ayaaaahhhh akuu mauu itu" menenangkanku di saat aku menangis. walaupun kau dulu sering menghukumku, tapi aku tau maksud itu semua, itu karena kau sangat sayang denganku, aku bangga sekali memiliki ayah sepertimu. namun semua keceriaan itu berubah sesaat, ketika ayahku ditemukan sudah tidak bernyawa disaat sedang tidur di kamarnya. saat itu, aku hanya terdiam tak bisa melakukan apa-apa ketika aku tau ayahku telah tiada dan ibuku hanya menangis, aku bertanya-tanya "ibu ayah kenapa, kok tidur gak bangun-bangun?" ibuku hanya menjawab dengan sebuah tangisan dan sepatah kata "kamu yang sabar ya fer". hanya itu yang ibu katakan dan aku benar-benar masih tidak mengerti dengan semua yang telah terjadi. "ayah bangun, ayah bangun....." hanya itu yang bisa aku katakan. keesokan harinya aku dan keluarga pergi menuju ke tempat pemakaman umum untuk menguburkan jasad ayahku yang telah kaku. aku bertanya lagi "ibu kenapa ayah di masukin ke tanah, jangan dong kasian ayah nanti ayah gak bisa nafas... ibu keluarin ayah dari lubang itu ayoooo" ibuku hanya menangis sambil memegang badanku. lubang kubur telah di tutup, aku masih tidak mengerti kenapa ayahku di masukan ke dalam tanah. sambil menarik ibuku aku berkata "ibu jangan tinggalin ayah sendirian, kasian ayah ayoo buu keluarin ayah". ibuku cuma berkata sambil menangis "biarkan ayahmu beristirahat yaa nak". kemudian aku dan keluarga pulang kerumah, di sepanjang perjalanan aku terus memikirkan ayahku "kenapa dan kenapa?" hanya itu yang aku pertanyakan.


malampun tiba semua sanak saudara berkumpul untuk mengadakan selamatan untuk ayahku. saat itu aku masih berkata "ibuuu ayooo ke keburann keluarin ayah dari sana... kasian ayah sendirian". saat itu ibuku baru menjelaskan "fery ayahmu udah pergi, untuk selamanya.... ayah udah di paggil sama ALLAH jadi fery bersabar dan banyak berdoa yaa buat ayah". saat itu aku baru mengerti, dan akupun langsung menangis dan berteriak "ayahhh ayahhhhh ayaaahhh.... ". tidak lama aku terdiam dan melihat sosok ayahku sedang berdiri di belakang orang-orang, ayahku hanya tersenyum kepadaku. setelah aku mengerti semua ini, aku menjadi pendiam, namun tidak lama setelah melihat sosok ayahku, aku mendadak jatuh sakit saat itu juga aku langsung di larikan ke dokter terdekat. badanku panas tinggi, ibuku juga heran setelah kepergian kepergian ayahku aku mendadak sakit. "ayaaaaahhhh ayaaaaahhhhh ayaaaaahhhhh" hanya itu yang selalu kuucapkan tiap malam.


beberapa tahun berlalu, semenjak kepergian ayahku aku menjadi sosok yang pendiam. sampai saat ini pun aku masih teringat dengan semua kenangan-kenangan dan hukuman-hukumannya yang pernah dia berikan padaku. terkadang aku pun masih saja suka menangis ketika aku melihat sebuah keluarga yang masih lengkap, aku jadi teringat dengan ayahku.... ayahhhhh akuu rindu denganmu, aku rindu akan kasih sayangmu.. jika seandainya saja waktu bisa diulang aku ingin sekali menghabiskan waktu bersamamu untuk terakhir kalinya dan mengucapkan selamat tinggal untukmu. tapi itu semua tidak mungkin terjadi, karena waktu tidak bisa diulang kembali. aku selalu saja menangis ketika aku sedang mengirimkan doa untukmu... "ayah aku rindu denganmu" hanya itu yang bisa kuucapkan di setiap tangisanku. harta berharga yang kupunya sekarang hanya sosok ibu yang berjuang membesarkanku sendirian sampai saat ini. ibu hanya kau satu-satunya yang aku miliki, aku sudah kehilangan ayahku aku tidak mau kehilangan ibuku, hanya kau yang aku milki. sampai detik  ini pun, aku tidak bisa melupakan sedikit pun tentang ayahku. ayahhhh ingin sekali aku bertemu denganmu, aku rindu denganmu tak ada satu pun yang bisa menggantikanmu di hatiku.

i love you father......  :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar